SUZUKI GSX-R125 IKUT PERTARUNGAN PASAR EROPA
Di pasar motor Eropa. Pertarungan kelas sport 125 cc 4-tak makin memanas. Sejak 2003 Honda sudah meluncurkan CBR125. Kesuksesan dirain pabrikan berlambang sayap mengapak itu. Kemudian di akhir 2007, Yamaha meluncurkan YZF-R125 yang punya body aduhai mirip moge R6.
Meski ngikut, pabrikan garputala tidak mau ketinggalan. YZF-R125 ditunjang sasis baja, pelek palang, knalpot undertail dan swing-arm banana. Belajar dari teknologi yang dimiliki lawan, Suzuki menyusul lewat kelebihan baru.
Dari bagian research and development (R&D) di Eropa baru saja final memberikan warna pas. Motor yang meniru GSXR600 dan R1000 ini sepakat dilabur kelir biru campur putih khas Suzuki. Kemungkinan mesin silinder tunggal dan pendingin air dengan tenaga mencapai 15 dk.
Sebenarnya masalah tenaga bisa saja dibikin lebih besar. Tapi, menurut juru bicara Suzuki, katanya terkendala pada pemakai alias si biker. Maklum motor sport 125 cc ini memang dipakai untuk pangendara pamula di dataran Eropa. Makanya, tenaga diset lebih rendah agar lebih aman dan gampang dikendarai.
Soal harga belum ada keterangan pasti. Tapi, kalau berkaca dari Honda CBR150, sedikit rada ketebak. Di sana CBR150 dijual 26.699 Euro. Kalau dikonversi dalam rupiah sekitar Rp 37 juta. Lumayan mahal memang.
Kalau harga seperti itu, rasanya tidak mungkin menggantikan Thunder 125 di Indonesia. Juga tidak mungkin diposisikan sebagai motor murah. Teknologi yang diusung tidak sebanding dengan harga Thunder 125 yang beti alias beda tipis sama bebek.
